JAKARTA – Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat (DPPKH) menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang percepatan peningkatan gizi nasional. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pertemuan silaturahmi antara DPPKH dan Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen (Pur) Sarwono, B.Sc., S.I.P., PSC, di Kantor BGN, baru-baru ini.
Dalam pertemuan itu, Brigjen (Pur) Sarwono tidak hanya memberikan dukungan penuh kepada DPPKH, tetapi juga secara tegas mengarahkan agar para pengusaha di daerah ikut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program-program Presiden, terutama terkait peningkatan gizi anak secara nasional.
Ketua II DPPKH, Sayid Angga Redi Niata, menegaskan bahwa Kalimantan Timur—khususnya Kabupaten Kutai Timur (Kutim)—saat ini tengah mempersiapkan penguatan sistem dan mekanisme kerja yang selaras dengan arahan BGN. Langkah tersebut dimulai dari riset lapangan untuk memastikan implementasi program gizi dapat berjalan optimal.
“Peran Gubernur, Wali Kota, dan Bupati sedapat mungkin menjadikan program nasional ini sebagai upaya percepatan peningkatan gizi anak Indonesia secara umum,” jelas Sayid Angga Redi Niata dalam rilis yang disampaikan kepada media.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa inisiatif pertemuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat untuk ambil bagian dalam program Badan Gizi Nasional melalui skema “Dapur Tiga (3)”—sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang mendukung percepatan pelayanan gizi di daerah.
“Pertemuan kami dengan Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional adalah bentuk kepedulian Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat dalam ikut ambil peran dalam program BGN melalui Dapur Tiga (3),” tambahnya.
Sinergi antara BGN dan para pengusaha daerah ini diharapkan menjadi model kemitraan strategis yang efektif dalam mempercepat pelaksanaan program gizi nasional. Kutai Timur diproyeksikan menjadi salah satu daerah percontohan dalam realisasi program pemerintah pusat menuju Generasi Emas Indonesia yang lebih sehat, unggul, dan bebas dari masalah gizi.(*)












