KaltimKutai Timur

Jembatan Sei Nibung Resmi Diresmikan, Akhiri Penantian 13 Tahun Warga Kaubun–Sangkulirang

59
×

Jembatan Sei Nibung Resmi Diresmikan, Akhiri Penantian 13 Tahun Warga Kaubun–Sangkulirang

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Penantian panjang warga Kadungan Jaya dan Pelawan akhirnya terwujud. Setelah 13 tahun menunggu dengan berbagai hambatan teknis, administrasi, pembiayaan hingga faktor cuaca, Jembatan Sei Nibung resmi diresmikan pada Selasa (24/2/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), di hadapan masyarakat Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa jembatan ini bukan sekadar bentang baja penghubung dua tepian sungai, tetapi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya milik kita, tapi milik kita semua. Mudah-mudahan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kadungan Jaya dan Pelawan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal fisik. Di balik jembatan dan jalan yang dibangun, terdapat akses ekonomi yang terbuka, investasi yang masuk, lapangan kerja yang tercipta hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menegaskan kawasan pesisir utara Kaltim harus terus bergerak maju dan tidak ada lagi desa yang tertinggal.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia menyebut penantian selama 13 tahun kini telah terjawab dan masyarakat akan sangat terbantu dalam aktivitas ekonomi.

Secara teknis, Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan Jembatan Sei Nibung dibangun sepanjang 390 meter dengan anggaran Rp98,36 miliar. Struktur jembatan menggunakan rangka baja A90 dengan jalan pendekat komposit baja A30.
Pembangunan juga mencakup jalan pendekat dari sisi Kadungan Jaya sepanjang 135 meter senilai Rp42,57 miliar, serta dari sisi Pelawan sepanjang 500 meter dengan nilai kontrak Rp135,8 miliar.


Dengan beroperasinya jembatan ini, perjalanan menuju Berau dari Kecamatan Karangan dapat menghemat jarak tempuh sekitar 140 kilometer. Sebelumnya, masyarakat harus menggunakan penyeberangan feri GM dengan biaya besar dan waktu antre hingga empat jam saat kondisi surut menunggu pasang.

Meski telah diresmikan, operasional penuh untuk kendaraan bermuatan berat masih menunggu uji beban. Sementara itu, kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas mulai Rabu.


Keberadaan Jembatan Sei Nibung diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Kutai Timur dan sekitarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *