Kutai Timur

Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Pelestarian Budaya Kutai

18
×

Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Pelestarian Budaya Kutai

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Rangkaian kegiatan Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur (Kutim) 2026 resmi ditutup pada Selasa (13/10/2026) malam. Prosesi penutupan berlangsung di Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta, dengan dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi.

Penutupan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Kutai Timur di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Kesultanan Kutai, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, kerabat kesultanan, serta masyarakat yang ikut menyaksikan prosesi penutupan.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berharap Erau Adat Pelas Benua dapat terus dilestarikan dan dikembangkan. Menurutnya, tradisi budaya tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam memastikan nilai-nilai luhur tetap diwariskan kepada generasi muda.

Sementara itu, Wakil Ketua I Panitia Pelaksana, Arjohansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas dukungan dan sinergi yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan adat dapat terlaksana dengan baik.

Pihak panitia berharap penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua pada masa mendatang dapat dikemas semakin meriah dan menjadi salah satu ikon kebudayaan daerah.

Sekretaris Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Hazly Azhari Hasibuan, bergelar Pangeran Satya Yaksa, juga menekankan bahwa Erau Pelas Benua bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini merepresentasikan jati diri masyarakat Kutai yang sarat dengan nilai budaya, kearifan lokal, serta pesan persatuan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Kesultanan Kutai dan para pemangku adat diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keberagaman budaya.

Selain menjadi upaya pelestarian tradisi, Erau Adat Pelas Benua juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

#KutimHEBAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *