Kutai TimurPemerintahan

Plat Baja Jembatan Muara Lembak Kembali Melengkung, Beban Kendaraan Diminta Maksimal 8 Ton

16
×

Plat Baja Jembatan Muara Lembak Kembali Melengkung, Beban Kendaraan Diminta Maksimal 8 Ton

Sebarkan artikel ini

KUTAI TIMUR – Kondisi Jembatan Muara Lembak kembali menjadi perhatian. Bagian plat baja pada penanganan sementara jembatan terlihat mengalami penurunan dan semakin melengkung akibat tingginya intensitas kendaraan yang melintas.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan, agar membatasi beban saat melintasi Jembatan Muara Lembak.

PPK 2.3 BBPJN Kaltim, Musa Partogi, menjelaskan bahwa penanganan sementara yang dilakukan saat ini memang diperuntukkan bagi kendaraan ringan, seperti sepeda motor dan kendaraan niaga ringan.

“Penanganan sementara dilakukan untuk menjaga fungsionalitas jembatan dan diperuntukkan hanya untuk kendaraan ringan, antara lain motor dan kendaraan niaga ringan maksimal total bobot 8 ton,” jelas Musa.

Ia meminta pengemudi maupun pemilik armada angkutan tidak memaksakan kendaraan bermuatan berat melintasi jembatan. Beban berlebih berpotensi memperparah kondisi plat baja sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain membatasi muatan, pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat memasuki jembatan. Kendaraan yang melaju terlalu cepat dapat menimbulkan guncangan dan memberikan beban tambahan terhadap konstruksi penanganan sementara.

Musa mengatakan pihaknya berharap jalur alternatif untuk kendaraan berat dapat segera dioperasikan. Dengan demikian, kendaraan bertonase besar dapat dialihkan sehingga beban terhadap Jembatan Muara Lembak dapat dikurangi.

“Untuk itu, kami mengharapkan agar jalan alternatif segera dioperasikan agar kendaraan berat dapat melintas di jalan alternatif sehingga Jembatan Lembak dapat tetap fungsional sampai pelaksanaan penanganan permanen di tahun 2027,” ujarnya.

Sebagai langkah pengamanan, petugas akan memasang papan peringatan di sekitar jembatan serta memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melintas.

BBPJN Kaltim juga menyiapkan penanganan darurat pada bagian plat baja yang mengalami penurunan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga akses masyarakat tetap terbuka sembari menunggu penanganan permanen.

Sebelumnya, BBPJN Kaltim telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Pemkab Kutai Timur, Dinas Perhubungan Kutim, Satlantas, serta pihak terkait lainnya untuk merealisasikan jalur alternatif bagi kendaraan besar, termasuk kendaraan yang membawa alat berat.

Dengan kondisi jembatan saat ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menggunakan kendaraan kecil serta ringan saat melintas. Kendaraan berat diharapkan menggunakan jalur alternatif setelah jalur tersebut dapat dioperasikan.

Salah seorang masyarakat juga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk merealisasikan jalur alternatif tersebut.

“Semoga Pemkab Kutim mengambil langkah cepat untuk merealisasikan jalur alternatif ini. Mengingat semakin menurunnya kualitas Jembatan Muara Lembak akibat dilintasi kendaraan dengan tonase besar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *