Kutai TimurSosial Budaya

Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

10
×

Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk mengayomi seluruh umat beragama sebagai upaya menjaga harmoni sosial dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah. Penguatan nilai keimanan, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial yang kuat.


Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri perayaan syukur tahunan, peresmian pastori, serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Gereja Toraja Jemaat Elim di Sangatta, Sabtu (6/6/2026).


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kutai Timur merupakan modal sosial yang harus dijaga dan dirawat bersama.


“Pemkab Kutim mengayomi semua agama yang ada. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah ini bersama-sama,” ujar Ardiansyah.


Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.


Melalui momentum perayaan tersebut, Bupati berharap Gereja Toraja Jemaat Elim Sangatta terus berkembang tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga mampu memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat. Gereja diharapkan menjadi wadah yang mendorong lahirnya nilai-nilai persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat menjaga lingkungan hidup.


Menurutnya, kontribusi lembaga keagamaan sangat penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Kutai Timur.


Perayaan syukur tahunan, peresmian pastori, dan HUT ke-23 Gereja Toraja Jemaat Elim Sangatta berlangsung khidmat serta menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kerukunan di Kutai Timur.( #*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *