Kutai Timur

Puncak HAN ke-42, Pemkab Kutim Luncurkan PENTAS KUTIM untuk Percepat Penurunan Stunting dan Cegah Pernikahan Dini

12
×

Puncak HAN ke-42, Pemkab Kutim Luncurkan PENTAS KUTIM untuk Percepat Penurunan Stunting dan Cegah Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meluncurkan Program PENTAS KUTIM (Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting di Kutai Timur) pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Gedung Serba Guna Kutai Timur, Minggu (26/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencegah perkawinan usia anak melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut, ratusan peserta mulai dari balita hingga pelajar hadir bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, tenaga kesehatan, pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa PENTAS KUTIM hadir untuk menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia, khususnya persoalan stunting dan tingginya risiko perkawinan usia dini.

Saat ini prevalensi stunting di Kutai Timur berada di angka 16 persen. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penurunan hingga 14 persen atau lebih rendah melalui intervensi yang berlangsung sampai 31 Agustus 2026 di seluruh 18 kecamatan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga kluster pelayanan, yakni Posyandu dan komunitas, sekolah (PAUD, TK, RA), serta fasilitas kesehatan seperti klinik, rumah sakit, rumah bersalin, dan praktik bidan mandiri. Pemantauan serentak akan dimulai pada 1 Agustus 2026 di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Selain pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK), program ini juga menyasar remaja putri melalui pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) guna mencegah anemia yang dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Bunda PAUD Kutai Timur, Sitti Robiah, mengajak seluruh orang tua dan pendidik menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan agar anak dapat tumbuh serta berkembang secara optimal.

Sementara itu, Kepala KMK Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Aswad, mengapresiasi inovasi PENTAS KUTIM sebagai bentuk kepemimpinan yang mampu menghadirkan kolaborasi lintas sektor demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang secara resmi meluncurkan PENTAS KUTIM dan Aksi Bergizi, juga mengingatkan para pelajar agar memprioritaskan pendidikan dan tidak terburu-buru menikah di usia muda.

Peluncuran program ditandai dengan pemberian dan minum susu bersama anak-anak PAUD/TK serta penyerahan Tablet Tambah Darah kepada siswi SMA/SMK/MA. Kegiatan kemudian ditutup dengan talkshow interaktif bersama psikolog anak nasional Kak Seto yang mengangkat tema “Stop Pernikahan Dini: Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian #AmandiKeluarga”, sebagai penguatan edukasi mengenai pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kutai Timur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kutai Timur

KUTAI TIMUR – Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang…