HiburanSosial Budaya

Festival Sekerat Nusantara V Meriah, Lestarikan Budaya dan Dongkrak Pariwisata serta UMKM

20
×

Festival Sekerat Nusantara V Meriah, Lestarikan Budaya dan Dongkrak Pariwisata serta UMKM

Sebarkan artikel ini

BENGALON – Ribuan warga memadati Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, pada puncak Festival Sekerat Nusantara V yang digelar Minggu (12/7/2026). Festival yang berlangsung sejak 6 hingga 12 Juli 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Puncak festival ditandai dengan prosesi adat Mengolor Perahu Naga. Dalam ritual tersebut, dua perahu berbentuk naga diusung di atas kain kuning menuju bibir pantai sebelum akhirnya dilarung ke laut. Prosesi ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan, tolak bala, serta penghormatan terhadap sejarah dan mitologi yang diwariskan masyarakat Kutai.

Festival ini dihadiri Bupati Kutai Timur H. Ardiansyah Sulaiman, Sultan Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin yang diwakili Pangeran Hario Noto Negoro, Komandan Kodim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Basuki Isnawan, Anggota DPRD Kutai Timur Ardianyah, Kasatpol PP Fata Hidayat, Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid, serta Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika.

Ketua Panitia Festival Sekerat Nusantara V, Muhammad Yafi Akbar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival. Menurutnya, dukungan pemerintah bersama aparat keamanan menjadi faktor penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Pangeran Hario Noto Negoro yang mewakili Sultan Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah.

“Budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tanah Kutai. Ketika pembangunan dilandaskan dengan budaya, maka pembangunan akan berjalan selaras dan masyarakat akan hidup sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian adat dan budaya akan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, seluruh masyarakat diajak untuk terus menjaga budaya sebagai landasan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal.

Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan prosesi adat Mengolor Perahu Naga memiliki nilai budaya yang sangat penting bagi masyarakat Sekerat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelestarian adat istiadat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor pariwisata di wilayah pesisir Kutai Timur.

“Kami berharap rangkaian acara ini terus berlanjut. Melalui kegiatan Mengolor Perahu Naga, kami ingin menarik lebih banyak wisatawan sehingga pariwisata, khususnya wisata budaya di Sekerat, semakin dikenal luas,” katanya.

Menurutnya, Festival Sekerat Nusantara diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, serta memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lokal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *