Kutai TimurLingkungan Hidup

Bupati Kutim Tegaskan Pengembangan Wisata Pantai Teluk Lingga Tak Boleh Korbankan Hutan Mangrove

21
×

Bupati Kutim Tegaskan Pengembangan Wisata Pantai Teluk Lingga Tak Boleh Korbankan Hutan Mangrove

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim melalui aksi penanaman bibit mangrove secara massal di kawasan Pantai Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 ini mengusung pesan “Mangrove Hari Ini, Masa Depan Kita”. Secara global, peringatan tahun ini mengangkat tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, yang diperkuat dengan subtema “Lindungi Pohon Bakau, Jaga Bumi, Jaga Masa Depan.”

Aksi penanaman dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Timur H. Ardiansyah Sulaiman bersama berbagai pemangku kepentingan. Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim Ahmadan Nor, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Misbahul Khoir, jajaran manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC), serta Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kutai Timur.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir yang memiliki peran penting sebagai benteng alami terhadap abrasi, habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta penyerap emisi karbon yang efektif dalam menekan dampak perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa kawasan mangrove merupakan aset ekologis yang memiliki peran strategis bagi keberlanjutan wilayah pesisir. Kutai Timur sendiri memiliki garis pantai yang panjang dengan hamparan hutan mangrove yang hingga kini masih terjaga dan menjadi salah satu yang terbesar di Kalimantan Timur.

Salah satu yang menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur adalah keberadaan hutan mangrove di kawasan pesisir, termasuk di Pantai Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Kawasan ini dinilai memiliki nilai ekologis yang tinggi sekaligus potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.

“Hutan mangrove yang kita miliki merupakan salah satu yang terbesar di Kalimantan Timur. Ini menjadi kekayaan alam yang wajib kita jaga bersama karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan kelestarian hutan mangrove. Sebaliknya, konsep wisata yang diterapkan harus mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan ekosistem.

“Pengembangan destinasi wisata tidak boleh dilakukan dengan membuka lahan secara berlebihan atau menghilangkan vegetasi mangrove. Wisata harus berkembang tanpa merusak alam yang menjadi daya tarik utamanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah strategis dalam memulihkan kawasan pesisir sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Restorasi mangrove merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Selain berfungsi menahan abrasi pantai, hutan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota pesisir, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mampu menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat yang difasilitasi melalui Forum TJSL terus diperkuat. Dengan demikian, program rehabilitasi kawasan pesisir dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan di Kabupaten Kutai Timur.

Aksi penanaman mangrove di Pantai Teluk Lingga menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menempatkan kelestarian lingkungan sebagai fondasi utama demi terwujudnya masa depan Kutai Timur yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *