Kutai Timur

Dwi Mawar Raih IPK 3,97, Jadi Lulusan Terbaik STIPER Kutim

14
×

Dwi Mawar Raih IPK 3,97, Jadi Lulusan Terbaik STIPER Kutim

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Prestasi membanggakan diraih Dwi Mawar Ningsih pada Wisuda Sarjana ke-21 Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur Tahun 2026. Mahasiswi Program Studi Agroteknologi tersebut berhasil meraih IPK 3,97 dengan predikat cum laude dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik STIPER Kutai Timur.

Dwi menyelesaikan pendidikan dalam waktu 3 tahun 7 bulan. Capaian tersebut menjadi IPK tertinggi di antara 65 mahasiswa yang mengikuti wisuda STIPER Kutim tahun ini.

Perjalanan Dwi menjadi lulusan terbaik tidak terlepas dari ketertarikannya terhadap persoalan pertanian yang ditemuinya di lapangan. Dalam tugas akhirnya, ia melakukan penelitian mengenai uji varietas mentimun yang terinspirasi dari interaksinya dengan para petani di Sangatta.

Menurut Dwi, banyaknya varietas mentimun yang beredar membuat sebagian petani masih mengalami kesulitan dalam menentukan varietas yang sesuai dan unggul. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya melakukan penelitian untuk memberikan jawaban terhadap persoalan yang ditemui di lapangan.

Dwi Mawar merupakan perantau yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Ia lahir pada 23 September 2004 dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pertanian di Kutai Timur.

Bagi Dwi, keberhasilan tersebut juga menjadi kebanggaan keluarga karena dirinya merupakan anak pertama yang berhasil meraih gelar sarjana.

Selain Dwi, sejumlah lulusan STIPER Kutai Timur juga mencatat prestasi akademik. Pada Wisuda Sarjana XXI Tahun 2026, sebanyak 65 mahasiswa dikukuhkan sebagai sarjana, dengan tujuh lulusan memperoleh predikat cum laude.

Usai menyandang gelar Sarjana Pertanian, Dwi tidak ingin berhenti belajar. Ia berencana mencari peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mulai memasuki dunia kerja.

Prestasi Dwi menjadi bukti bahwa ketekunan, konsistensi belajar dan kepedulian terhadap persoalan di sekitar dapat mengantarkan mahasiswa meraih capaian terbaik. Ia juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kutai Timur untuk terus mengembangkan pendidikan dan kompetensi di bidang pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *