SANGATTA – Upaya melestarikan adat dan budaya leluhur terus menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat Kutai Timur (Kutim). Salah satunya melalui tradisi Erau Adat Pelas Benua yang sarat dengan nilai sejarah, spiritual, serta penghormatan terhadap warisan nenek moyang.
Erau merupakan tradisi masyarakat Kutai yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual adat, tetapi juga mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam, nilai-nilai kebersamaan, serta penghormatan terhadap leluhur.
Pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua menjadi momentum untuk menjaga agar tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan adat dan kebudayaan, generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah serta nilai-nilai luhur yang membentuk identitas daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. Keberadaan tradisi adat dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat jati diri masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kutim kepada khalayak yang lebih luas.
Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan budaya juga berpotensi mendorong pengembangan pariwisata daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal dan sektor ekonomi kreatif.
Pelestarian adat dan budaya membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pemangku adat, pelaku seni, hingga masyarakat. Keterlibatan generasi muda juga menjadi kunci agar tradisi tidak sekadar dikenang, tetapi terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan menjaga Erau Adat Pelas Benua, Kutai Timur tidak hanya merawat peninggalan masa lalu, tetapi juga memperkuat identitas budaya sebagai bagian dari kekayaan daerah yang patut dibanggakan.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur
CERITA SANGATTAKU












