Kutai Timur

512 ASN Kutim Terima Satyalencana, Bupati Ingatkan Pentingnya Integritas

4
×

512 ASN Kutim Terima Satyalencana, Bupati Ingatkan Pentingnya Integritas

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Sebanyak 512 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karyasatya sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Penganugerahan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (8/10/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Dari total penerima, sebanyak 53 ASN memperoleh Satyalencana Karyasatya XXX Tahun, 113 ASN menerima penghargaan XX Tahun, sementara 346 ASN mendapatkan penghargaan X Tahun.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi bentuk apresiasi atas lamanya masa kerja, tetapi juga pengingat mengenai tanggung jawab ASN sebagai pelayan masyarakat.

Ia menekankan agar aparatur terus menjaga profesionalisme, integritas dan netralitas dalam menjalankan tugas. Kepentingan masyarakat dan negara, menurutnya, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ardiansyah juga meminta ASN tetap mampu memberikan pelayanan terbaik meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut justru harus menjadi pemicu bagi aparatur untuk bekerja lebih kreatif, inovatif dan mampu menentukan prioritas secara tepat.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Namun, penerapan teknologi tetap harus disertai dengan integritas serta penggunaan kewenangan secara bertanggung jawab.

Selain itu, Bupati mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Menurutnya, berbagai persoalan pembangunan Kutai Timur tidak dapat diselesaikan secara sektoral sehingga diperlukan kerja bersama antarlembaga.

Para ASN yang telah menjalani masa pengabdian panjang juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi aparatur yang lebih muda. Pengalaman, kedisiplinan, etika dan semangat pelayanan yang telah dibangun selama bertahun-tahun perlu diwariskan sebagai bagian dari proses regenerasi birokrasi.

Penganugerahan Satyalencana Karyasatya tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, responsif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, penghargaan atas masa pengabdian dapat berlanjut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan mendukung pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *