KUTAI TIMUR – Beroperasinya layanan listrik selama 24 jam di empat desa di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keempat desa tersebut meliputi Desa Beno Harapan, Desa Mawai Indah, Desa Mugi Rahayu, dan Desa Himba Lestari. Peresmian penyalaan listrik 24 jam ini dilakukan oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, pada Senin (5/10/2026).
Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kutai Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Akbar Tanjung, menyambut baik hadirnya layanan listrik tersebut. Menurutnya, akses listrik yang tersedia sepanjang hari menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan produktif.
Akbar menilai, ketersediaan listrik tidak hanya memberikan kemudahan bagi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat mendukung usaha masyarakat, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang ekonomi di wilayah pedesaan.
“Program dari Bapak Bupati ini sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian karena banyak potensi yang bisa masyarakat kembangkan. Saya berharap dengan listrik desa yang menyala 24 jam ini, perekonomian masyarakat di Batu Ampar semakin berkembang dan sejahtera,” ungkap Akbar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas upaya memperluas akses listrik hingga ke desa-desa. Menurutnya, pemerataan infrastruktur dasar merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Akbar menyebut, penyalaan listrik selama 24 jam tersebut menjadi salah satu bentuk realisasi program unggulan pemerintah daerah yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya mengapresiasi capaian pemerintah yang kembali mewujudkan janji atas 50 program unggulan, yakni listrik desa menyala 24 jam,” tuturnya.
Dengan tersedianya listrik sepanjang hari, masyarakat di empat desa tersebut diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha mikro, menjalankan aktivitas ekonomi pada malam hari, serta memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Meski demikian, keberadaan listrik perlu diikuti dengan pemanfaatan yang produktif agar dampaknya terhadap perekonomian semakin optimal. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal dan pengembangan potensi desa juga menjadi bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Hadirnya listrik 24 jam di empat desa Batu Ampar diharapkan tidak sekadar menjadi peningkatan layanan infrastruktur, tetapi juga menjadi pijakan bagi masyarakat untuk membangun usaha, memperluas kesempatan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup.
Sumber informasi: Fraksi PKS DPRD Kabupaten Kutai Timur.
CERITA SANGATTAKU | Informasi, Budaya, Pariwisata, dan Lingkungan Kutai Timur.












